Lebih Baik Naik Vespa

“Lebih baik naik vespa”, yak konon katanya slogan ini dipake waktu jaman dulu ketika produsen vespa di Indonesia membuat sebuah iklan buat ngejual produknya. Bagi yang belom tau tentang sejarah vespa, baca aja tulisan ini sampe abis ya!

Sejarah Vespa

Kalo kata Bung Karno pas jaman dulu, “Jas Merah” jangan sekali-sekali melupakan sejarah, hayoo siapa yang masih inget?. Sejarahnya, vespa sudah ada pas jaman-jaman perang dunia kedua berakhir, cool!. Enrico Piaggio, iya dialah seorang legend yang nyiptain si ‘kuda besi’. Ceritanya, Enrico ini anak dari Rinaldo Piaggio, awalnya Rinaldo punya perusahaan bernama Piaggio yang memproduksi peralatan kapal, rel kereta, kereta api bahkan pesawat lalu Rinaldo memberikan tahta perusahaannya kepada Enrico, dan Enrico ini punya inovasi baru buat ngebikin kendaraan roda dua dengan konstruksi pesawat terbang dan berbahan dasar aluminium yang juga digunakan untuk pesawat terbang. Vespa diproduksi pertama kali pada tahun 1945 dengan jumlah 35.000 unit, dan pada 10 tahun terakhir laku keras bin laris manis tanjung kempol dipasaran!

Jenis-jenis vespa

Kalo kita liat gambar di atas ini, vespa ada cukup banyak jenisnya, misalnya : super, SS 90, primavera, special, pts, ps, px, corsa, et 4 dan lain-lain. Seiring berkembangnya zaman, vespa juga berkembang dan mengalami beberapa perubahan. Perubahan yang paling signifikan yaitu dari yang awalnya vespa itu motor yang bermesin 2 tak, sekarang vespa menjadi 4 tak. Contoh jenis-jenis vespa yang bermesin 4 tak diantaranya liberty, et 4, lx, gt, mp3 dan x9. Vespa keluaran baru harganya juga udah beda jauh banget sama vespa jaman dulu a.k.a vespa jadul.

Alat Transportasi atau Lifestyle?

Pastinya si pencipta vespa ini membuat vespa untuk alat transportasi bangsa semata, doi gak bakal nyangka kalo sekarang vespa udah menjadi gaya hidup mulai dari anak muda, bapak-bapak, om-om bahkan kakek-kakek. Pada jaman perang dahulu dan waktu babe-babe kita masih remaja, vespa merupakan salah satu alat transportasi yang paling trendy di masanya. Sampe sekarang vespa-vespa tahun jebot masih banyak berkeliaran di jalanan, salah satu contoh vespa keluaran tahun 1965, berarti usianya udah nyampe 47 tahun. ‘Antik, klasik dan ciamik’ mungkin itu kata-kata yang paling tepat buat mendeskripsikan vespa itu sendiri. Sekarang vespa udah jadi gaya hidup a.k.a lifestlye disamping buat lalat transportasi sehari-hari. Biasanya para pengendara vespa ini bergabung ke komunitas atau klub-klub pecinta vespa dan keberadaan komunitas/klub ini jumlahnya udah banyak banged dan udah ga keitung pake jari, mulai dari Sabang sampai Merauke.

Nih ada beberapa dokumentasi dari salah satu komunitas vespa di Jakarta (yang foto : Angga Pradana) :

photo by : Angga Pradana

Lifestyle vespa di negara lain

Salah satu culture yang menggunakan vespa sebagai alat transportasinya adalah budaya mods. Mods berasal dari Inggris yang merupakan sekelompok kaum minoritas yang ada di tahun 1960an. Kelompok mods pada awalnya berasal dari golongan pekerja/buruh, konon katanya golongan ini tuh menentang sama yang namanya kemapanan. Terus semakin kesini yang tadinya cuma buat golongan minoritas dan golongan bawah aja, budaya mods udah menjamur ke golongan-golongan kelas atas. Beberapa ciri budaya mods bisa kita liat dari fashionnya, sepatu docmart, parka dan vespa itu sendiri.

Sesama pengguna vespa bersaudara

Secara gak langsung, kalo kita punya vespa berarti saudara kita bertambah. Kenapa sesama pengguna vespa bersaudara? nih ada beberapa kasus yang nunjukin kalo sesama pengguna vespa itu bersaudara.

-kasus 1

Suatu hari Bang Alex (nama samaran) disuruh ibunya buat beli Aq*a galon di warung. Bang Alex tinggal di Depok dan disuruh beli Aq*a di Ancol, selama di perjalanan doi ketemu beberapa pengendara vespa lain dan kemudian Bang Alex ini disapa, padahal gak kenal. Akhirnya Bang Alex lupa buat beli Aq*a malah keasyikan muter-muter Jakarta naik vespa

-kasus 2

Besoknya Bang Alex jalan-jalan ke taman ria, ditengah perjalanan vespanya mogok. Tiba-tiba dateng pengendara vespa lainnya yang mau nolongin Bang Alex, “kenapa broh?” kata si X, Bang Alex “gapapa broh. bensin abis nih”, si X “oke broh gue dorongin ya broh ke pom bensin”

-kasus 3

Kata ‘Bro’ yang biasa dipake dalam percakapan antar pengguna vespa memiliki kepanjangan Brother, yang artinya saudara.

Dari kasus-kasus di atas sudah membuktikan bahwa sesama pengguna vespa itu bersaudara

Kekurangan naik vespa

Pasti yang namanya sesuatu ada kelebihan dan kekurangan. Vespa juga bukan makhluk yang sempurna. Kekurangan mengendarai vespa antara lain :

1. Asap vespa dapat menyebabkan polusi udara

2. Ga bisa dipake ngebut, kecuali udah dimodif

3. Karena umurnya udah tua jadi harus hati-hati makenya

Iya, “lebih baik naik vespa” itu dia sebuah tulisan sederhana tentang vespa, yang jelas naik vespa itu mengasyikan, menyenangkan dan SESUWATU BANGED!, jadi jangan ragu-ragu buat mengendarai vespa dan kalo ga mau ribet dan juga punya budget yang cukup mendingan beli vespa baru dengan model dan jenis terbaru pula.

sumber foto :

http://4.bp.blogspot.com/_NFpkHpprIHQ/TNN97GwmkfI/AAAAAAAAARY/DqvFoU015AE/s1600/DSC08458.JPG

http://cdn.sportku.com/uploads/images/konvoi-scooterist-di-jakarta-mods-mayday-2011-photo-by-tiffany-a-201105311421302741.jpg

http://1.bp.blogspot.com/_Hsb4sZFPMtY/TEhQvSHpnVI/AAAAAAAAAF8/Veq0rlCMqMM/s1600/mods12.jpg

http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/photos-ak-ash1/v254/187/97/638893382/n638893382_943579_2426.jpg

http://imgc.allpostersimages.com/images/P-473-488-90/6/679/2JTC000Z/posters/vespa.jpg

Lebih baik naik vespa!

Lebih baik naik vespa!

"Kemenangan menjadi milik orang – orang yang tekun."

— Napoleon Bonaparte

Bukit Tunggul yang Lebih Terlihat Seperti Gunung…..

Foto : Hendrik

Perjalanan Bukit Tunggul sebenarnya sudah pernah diceritakan sebelumnya di blog teman saya (http://hendrikprayugo.wordpress.com) yang berinisial HP, sebut saja namanya Hendrik. Hendrik adalah salah satu mahasiswa hukum di sebuah perguruan tinggi di Jalan Dipati Ukur no. 35. Perjalanan Bukit Tunggul merupakan lanjutan dari Long March Bandung Utara, yaa kalau boleh dibilang Long March itu merupakan pemanasan sebelum perjalanan ke Bukit Tunggul.

            Suatu hari setelah kami (re: kopadja) berjalan jauh selama sembilan jam mengarungi keindahan Bandung Utara dan di saat kami sedang beristirahat dan bersantai melepas kelelahan, terucaplah kata dari salah seorang warga desa dan juga teman kami yang bernama Rega. Rega : “ petualangan berikutnya kita mendaki Bukit Tunggul ya! “, dan saya menjawab “boleh tuh boleh”.          

            Bukit Tunggul merupakan sebuah gunung (bukit apa gunung sih) yang punya ketinggian 2.208 mdpl dan terletak di Jawa Barat. Gunung ini merupakan salah-satu sisa dari hasil letusan besar Gunung Sunda di Zaman Prasejarah (sumber : id.wikipedia.org)

            Perjalanan kami mulai dari sebuah tempat penyewaan peralatan camping di daerah yang tidak jauh dari kampus kami. Beberapa anggota perjalanan sudah menunggu di tempat penyewaan peralatan camping tersebut sembari menyewa peralatan-peralatan yang diperlukan, seperti matras, tenda dan sleeping bag. Saya dan rekan saya yang bernama Bima yang datang sedikit terlambat segera bergegas menuju tempat pertemuan. Ternyata ketika saya dan bima sudah sampai disana, kami pun masih harus satu orang teman kami yang bernama Egi. Setelah semua tim berkumpul, kami bersiap untuk melakukan perjalanan menuju Bukit Tunggul dan tidak lupa berdoa dan berfoto terlebih dahulu.

            Saya mulai melangkahkan kaki dengan membawa sebuah tas carrier yang berkapasitas 80 liter dan sebuah gulungan matras yang tergantung di tas carrier saya. Perjalanan pun mulai dihiasi dengan canda tawa, dan sebagai pembuka perjalanan saya berkata “Bim, entah kenapa kalo gw liat-liat penampakan lo mirip orang gila yak?”

bersambung….

sayingimages:

You’ve Got A Smile That Could Light Up This Whole Town

Long March : Merahkan Bandung Utara!

Long March, kalau dilihat dari asal katanya long=panjang, march=barisan/pergerakan, long march berarti pergerakan dari suatu tempat ke tempat lain dengan jarak yang cukup panjang. Tanggal 6 November kemarin sekelompok orang gila yang suka berkegiatan di alam bebas melakukan long march dengan rute sebagai berikut (cekidot):

Long march kali ini memakan waktu kurang lebih 9 jam perjalanan mendaki gunung, lewati lembah, bukit, desa, kandang sapi sampai ke warung bandrek (dago pakar). Kami memulai perjalanan dari Desa Palintang (lihat peta) sampai ke Warban, di warban kami bersantai sejenak sambil menikmati segelas bandrek susu hangat dan gorengan.

Kenapa “Merahkan Bandung Utara” ? kalimat ini bukan berarti kami membakar daerah bandung utara tetapi karena kami memakai jaket berwarna merah ketika perjalanan, kalau dilihat dari jauh mungkin terlihat sebuah barisan berwarna merah.

Medan di pegunungan bandung utara cukup licin karena diguyur hujan yang cukup lebat dan ada diantara kami ada yang terpeleset, setiap kali ada yang terpeleset bukannya kami tolong malah kami tertawakan. Perjalanan ini kami isi dengan canda dan tawa sehingga rasa lelah pun tidak terasa.

Jalur yang licin